Gunung Prau Via Dieng 2026
Tiba-tiba saja tercetus ide untuk naik ke puncak prau via Dieng dengan Ira. Setelah pertimbangan dan perencanaan cuma sebulan.
Kita rencanakan perjalanan dengan bis ke Terminal Mendolo. Perjalanan dimulai tanggal 23-26 Juli 26
Ittinerary awal kita adalah
23 Juli 2026
17.00 - 18.00 naik Wira-wiri FD 6 turun Marmoyo
18.00 - 19.00 naik Bus Suroboyo ke Bungurasih
19.00 - 20.00 Free time
20.00 - 04.00 Naik Bus Eka line 22 ke Terminal Mendolo Wonosobo
24 Juli 2026
06.00 - 07.00 otw Curug Sikarim
07.00 - 09.00 Sarapan dan eksplore Sikarim (Jam buka 07.00)
09.00 - 09.20 Mampir foto di jalanan Swiss Van Java
09.20 - 10.00 Otw Kebonteh Sikatok
10.00 - 11.00 Eksplore Kebonteh Sikatok
11.00 - 12.00 Kahyangan Skyline
12.00 - 14.30 makan dan explore kahyangan dan telaga menjer
14.30 - 15.00 otw Pintu Langit dan/atau Taman Langit dan/atau Dieng Atas
15.00 - 17.00 eksplor Pintu Langit dan/atau Taman Langit dan/atau Dieng Atas
17.00 - 17.30 Otw Hotel
17.30 - 18.00 free time di Hotel
18.00 - 20.00 Cari makan
20.00 - 12.30 Tidur kalau bisa
25 Juli 2026
12.30 - 01.00 Persiapan naik gunung
01.00 - 02.00 jalan dari Hotel dan urus Registrasi Simaksi di Basecamp Gunung Prau via Dieng
02.00 - 07.00 Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke Samudra. Bersama teman bertualang
07.00 - 08.00 Santai-santai di puncak gunung
08.00 - 10.30 Turun gunung
10.30 - 11.00 Mandi di Hotel
11.00 - 12.00 Check out, cari makan
12.00 - 12.04 otw Tuk Bima Lukar
12.04 - 12.10 Cuci Muka di Tuk Bima Lukar
12.10 - 13.00 Otw Candi Arjuna
13.00 - 14.00 Ekesplore Candi Arjuna
14.00 - 15.00 Otw Kawah Sikidang
15.00 - 16.00 Eksplore Kawah Sikidang
16.00 - 17.00 Otw Hotel
17.00 - 18.00 Otw Terminal Mendolo
18.00 - 04.00 Otw Surabaya by Bus Eka
Perkiraan Biayanya
Bus Eka PP 380.000
Jeep Rp. 1,100.000 dibagi 2 orang = 650.000
Angkot dari Mendolo ke titik 0 PP Rp. 35.000
Makan & Minum Rp. 50.000 x 7 = 350.000
Ojek Bila Perlu Rp. 50.000
Hotel Rp, 200.000 bagi 2 orang = Rp. 100.000
Tempat wisata :
Curug Sikarim Rp 15.000
Swiss Van Java Rp 10.000
Telaga Menjer Rp. 5.000
Kahyangan Skyline Rp. 20.000
Kebon Teh Sikatok Rp. 10.000
Taman Langit dan/atau Pintu Langit dan/atau Dieng Atas masing-masing Rp. 15.000
Retribusi Prau Rp. 35.000
Tuk BimaLukar Rp. 15.000
Candi Arjuna + Kawah Sikidang Rp. 35.000
Total Tempat wisata = Rp. 160.000
Total Biaya = Rp. 1.625.000
Jadi jalannya perjalananku adalah :
Aku janjian dengan Ira pk 17.00 di Halte Unesa untuk Naik Wira-wiri FD 6 ke Marmoyo. Lalu oper bis Suroboyo ke Bungur bayar Rp. 5.000
Setelah sampai Bungurasih kita menunggu Bus Eka berangkat pk 20.00 Rp. 190.000. Kita menunggu di gate 22 arah Wonosobo. Terminal di Wonosobo ini ada 2 yaitu Mendolo dan Sawangan. Hati-hati dalam pemesanannya. Sebaiknya kalau mau ke Dieng turun di Mendolo saja. Sebenarnya saya salah pesan, saya pesannya untuk turun di Sawangan, untung Bisnya baik kita bisa turun di Mendolo. Bisnya bersih, space kakinya luas, saya memesan kursi yang tepat di belakang Pak Sopir karena katanya kursi itu yang paling aman. Agak menakutkan sich kalau bis lagi mendahului kendaraan lain. Tiket Bis tidak termasuk kupon makan, bila mau makan di Rumah Makan Duta 1 di Ngawi ada biaya tambahan Rp. 22.000. Kelemahannya Bus ini ber-AC tapi kadang masih tercium aroma toilet, kadang masih tercium aroma rokok. Kita dapat Club Botol 600 ml (sayangnya bukan merk Aqua). Hehehe...
Kita sampai di Rumah Makan Duta 1 Ngawi pk 11.00. Makanan yang ada disini adalah Gulai Kambing, Rawon, Soto Ayam, Nasi Ayam Duta, Gado-gado, pecel, dll. Lumayan enak dan kerasa kok bumbunya. Toilet disini bayar Rp. 2.000. Di depannya ada yang jual kacang rebus Rp. 5.000 tapi cuma dapat sedikit
Perjalanan kita lanjutkan sampai di Terminal Mendolo pk. 3.30. Kita yang sudah sewa mobil di Giovani Motor Rental (Hp 0812-9132-1554) dengan Instagram @sewamotorwonosobo_giovanni Atau bisa langsung hubungi Drivernya Pak Roni 0819-9915-1203. Drivernya asli baik, mau moto-moto-in dan edit-in photo dan video, rekomendasikan tempat yang bagus ga perhitungan, ga ugal-ugal-an setirnya. Harga sewa perharinya Rp. 650.000 include Driver dan bensin, not include tiket tempat wisata dan parkir. Tapi bebas pilih spot mana saja yang diinginkan.
Untuk awal kita direkomendasikan Sikunir, tapi di tengah jalan, jalanannya macet parah untuk pembangunan jadi kita diarahkan ke Bukit Sikapuk (Sikapuk Hill) untuk lihat golden Sunrise HTM Rp. 15.000 Parkir Rp. 5.000. Disini menaiki sedikit anak tangga saja, kita bisa di menara pandangnya lantainya yang terbuat dari kaca dan kebetulan sepi jadi cuma berdua saja yang di spot itu. Sebelum Golden Sunrise, langit berubah menjadi warna orange, lalu pk 5.45 matahari yang berwarna pink tua (seperti apel Fuji warnanya) tiba-tiba nyembul dari lautan awan sangat indah, jauh lebih indah daripada di foto. Pemandangan dari sini kita bisa melihat gunung Prau tampak besar, di kejauhan ada gunung Sindoro. Kita beli energen Rp. 5.000 untuk menghangatkan badan karena suhu saat itu sekitar 9oC
Setelah puas kita melanjutkan perjalanan ke Danau Bedekah. HTM Rp. 10.000. Lokasi Danau Bedakah ini agak jauh dari Dieng. Danaunya kecil bisa menggunakan ayunan dan saya takut. Keistimewaan danau ini adalah danaunya penuh ikan, pemandangannya Gunung Sindoro dan Gunung Sikembang yang terlihat seperti gambaran anak TK.
Didekat sini kita bisa mampir ke kebon teh Bedekah. Di kaki Gunung Sindoro. Gunung Sindoro ini dikelilingi Kebun Teh. Hanya Gunung Sindoro saja yang ada kebun tehnya. Yang di arah Dieng sana ada kebun teh Pnaama, Sikatok dan Tambi. Kalau yang di Bedakah ini dari Kebun Teh bisa terlihat Gunung Sikembang. Gunung Sikembangnya terlihat setinggi Gunung Sindoro padahal Gunung Sikembang ini lebih kecil. Disini kita hanya ambil spot foto saja dengan pemandangan Gunung Sindoro, Gunung Sikembang dan sepintas ada Gunung Sumbing serta kebon teh. Foto disini gratis karena fotonya di tengah jalan yang sepi. Bapaknya bener-bener jago memoto.
Setelah itu kita diarahkan ke gunung cilik HTM Rp. 10.000, parkir Rp. 5.000. Gunung Cilik ini tidak seberapa tinggi mendaki hanya 20 menitan. Tapi panorama yang disuguhkan di atas gunung ini benar-benar indah, kebon teh dari atas, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Slamet, Gunung Sikembang (S4). Gunung Bismo Ketinggiannya hanya 1550 mdpl saja. Bener-bener seperti lukisan anak TK yang indah aslinya lebih cantik daripada di foto.
Setelah itu kita lanjutkan ke Curug Sikarim HTM Rp. 15.000 Parkir Rp. 5.000. Pemandangan air terjun dan taman bunga di sekitar ada beberapa gunung yang hijau-hijau. Air ini dari Telaga Cebong dan Bukit Sikunir. Telaga Cebong ini bila Bukit Sikunir sedang cerah bisa terlihat disini. Sayang airnya tidak bisa untuk main. Pemandangan yang luar biasa indah. Tapi perjalanan ke sini juga lumayan nanjak. Meskipun tidak senanjak perjalanan dari Curug Sikarim ke Bukit Sikunir. Perjalanan ke Curug Sikarim ini benar-benar indah ada bukit yang terlihat seperti Lauterbrunnen di Swiss, ada bukit yang terlihat seperti di Jurassic World. Melihat yang hijau-hijau gitu benar-benar menenangnkan jiwa dan menyejukkan mata.
Setelah itu kita mampir ke spot Jurassic World dan Swiss Van Java. Kata driver dulu ada orang yang lama tinggal di Belanda dan melihat pemandangan Swiss Van Java ini bilang tempatnya benar-benar seindah di Swiss. Pak Roni ini terus bercerita tentang gunung-gunung yang kita lihat dan aku tetap tidak bisa membedakan gunung-gunung ini ada Seroja, Sibuthak, Bisma, Sikembang, dll. Hanya gunung SUmbing aja yang aku bisa bedain. Ada bentuk bibir terbelah di puncaknya. Keren lho ini driver bisa sebagai guide, yang punya banyak cerita jadi kita tidak mengantuk, sebagai fotografer,
Perjalanan selanjutnya kita lanjut ke Telaga Menjer HTM Rp. 5.000 tapi kita tidak turun ke telaganya kita cukup foto telaga dari Resto The Heaven. Untuk makanan di The Heaven ini lebih ke arah makanan ala cafe yang makanan-makanan Barat gitu. Saya pesan Nasi Dory Crispy sambal Dabu-dabu dan kopi tubruk Robusta. Sambal Dabu-dabu ini seperti sambal Matah gitu. Untuk rasa menurut saya biasa saja. Tapi tempatnya benar-benar indah, pemandangan gunung dan danau dari atas. The Heaven ini sebenarnya tempatnya kecil tapi berhubung kita menunggu driver yang sedang ishoma jadi ya sudah kita menunggu hingga 13.30. Sambil memejamkan mata sebentar. Karena kemarin di bus sulit tidur jadi ini ngantuk puol
Setelah itu saya bingung antara ke Taman langit + Batu Ratapan Angin atau ke Candi Arjuna + Kawah Sikidang. Berhubung Candi Arjuna sepertinya paling dekat dengan Hotel dan lagi tiket Candi Arjuna itu terusan dengan Kawah Sikidang. jadi kita memutuskan ke Taman Langit dan Batu Ratapan Angin.
Kita ke Taman Langit dengan HTM Rp. 15.000. Sebenarnya ada 3 spot disini tuh ada taman langit, pintu langit, dan dieng atas HTM nya masing-masing spot Rp. 15.000. Tapi berhubung terlihat pemandangannya sama semua hanya arsitektur, spot foto dan decornya saja yang beda-beda. Yang decor spot foto paling bagus menurut saya Taman Langit. ya sudahlah aku memilih Taman Langit. Taman langit ini tempatnya tinggi-tinggi. Ada yang batu seperti jurang kita berdiri di ujungnya jujur saya takut, fotonya sambil gemetar hahaha...
Lanjut perjalanan selanjutnya ke Batu Ratapan Angin HTM Rp. 15.000. Batu Ratapan angin ini ada spot dimana kita bisa foto Danau Warna dan Pengilon. Telaga warnanya kali ini masih berwarna hijau seperti 2 tahun lalu. Tapi bagus. Saya naik sampai Pohon Cinta bayar Rp. 5.000 untuk 2 orang bila naik sampai Pohon Cinta. Agak menakutkan tangganya. Di Batu Ratapan angin ini sekarang ayunannya tidak bayar dan sudah ada pijakan kakinya. Ada spot foto jaring-jaring juga. Dari sini tampak jelas Gunung Praunya
Sudah capek kita check in Hotel dulu. di Hotel Srikandi. Dapat harga Rp. 162.000. Hotelnya kecil tapi bersih ga kuatnya itu alas kaki harus dilepas padahal dingin banget disini. Memang sich biar bersih kasihan juga mbaknya kalau alas kaki tidak dilepas, bersihin berkali-kali. Ada dispenser bila ingin membuat kopi dan teh juga disediakan. Bisa juga minum air hangat dari dispenser ini. Air hangat yang tidak terasa hangat karena suhunya dingin ekstrem. Tempatnya strategis sangat dekat dengan titik 0, apalagi dengan gang menuju Basecamp gunung prau. Kamar mandinya tidak ada air panas. Makanya saya memilih tempat ini agar mudah bila malam-malam ingin ke Basecamp Gunung Prau via Dieng.
Setelah itu kita makan di foodcourt batu tulis makan Mie Ongklok dan sate Rp, 24.000. Saya tidak pesan minum karena sudah bawa Aqua. Setelah itu kita jalan menyusuri jalan kejejer dan beli ronde Rp. 10.000. Rondenya isi kolang kaling, ronde 2 bulatan kecil, godir, kacang tanah. Bisa menggunakan susu juga dan tidak tambah biaya kok. Kalau mau beli kacang rebus juga hanya Rp. 10.000. Setelah itu kita beli aqua botol 600 ml biar bisa foto logo aqua di puncak gunung prau. 3 gunung terdiri dari Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Sikembang. Harga Aqua disini Rp. 6.000/botol saya beli 2 botol. Setelah itu kita tidur
Pukul 01.02 kita berangkat dari hotel dengan membawa ransel perbekalannya trail mix 250 gr, 1 L-men bar, 1 beng-beng, 1 fitbar, 1 milo bar, 1 isoplus coconut, 1 pocari sweat, 1 aqua botol, jaket cadangan bila terlalu dingin, tongkat pendakian taffsport, sepatu gunung, tas ransel kiril (dipikir orang mau camping karena ransel e gede). Sudah hanya itu saja tapi ntah kenapa cukup berat hingga sulit naiknya serasa tidak seimbang.
Di Basecamp kita diharuskan bawa nasi bungkus (boleh diganti beras), emergency blanket, tidak boleh membawa tisu basah. Tapi tidak diperiksa kok. Kalau ketahuan melakukan pelanggaran, hukumannya membeli bibit seharga Rp. 20.000. Tiap pelanggaran beda-beda harga bibitnya. Tapi tidak diperiksa kok. Meskipun saya takut diperiksa akhirnya yang saya belum punya nasi bungkus Rp. 12.000 lauknya telur rebus dan tempe kecil, emergency blanket Rp. 15.000. Lainnya tidak ingat harus bawa apa saja.
Rincian waktu perjalanan saya
Basecamp 1.37 lama perjalanan ke pintu langit 35 menit, sampai pintu langit pk 1.58
Sampai di Pos 1 pk 2.10 lama perjalanan dari pintu langit ke Pos 1 12 menit.
Lama perjalanan dari Pos 1 ke Pos 2 57 menit. Tiba di Pos 2 pk. 3.07
Lama perjalanan Pos 2 ke Pos 3 1jam 3 menit. Tiba di Pos 3 pk. 4.10.
Lama perjalanan dari Pos 3 ke Puncak 37 menit. Tiba di puncak pk 4.47.
Dari puncak ke Sunrise poin, telaga wurung, itu saya tidak lihat jam. Di puncak ini saya makan nasi bungkus dan nyemil-nyemil. Selama di perjalanan sebagian cemilan juga sudah saya makan karena lapar, dingin dan jalan sudah tidak seimbang berkali-kali inign kepleset. Selama perjalanan pemandangannya bagus-bagus kanan-kiri jalanan di bawah itu banyak lampu, di atas ada lautan bintang. Tapi kalau difoto tidak jelas ya. Sampai di Sunrise area (tapi sayangnya saya tidak sampai ke Sunrise area yang biasa orang foto) saya di yang agak bawah karena saya tidak tau kalau ada yang lebih atas lagi, saya pikir itu sudah jalan menuju Basecamp Patak Banteng. Tapi darisini pun kelihatan kok logo aqua yaitu gunung Sumbing, Sindoro dan Sikembang. Udara cukup dingin. Sebelum Sunrise langit sudah menguning dulu lalu ada matahari yang perlahan naik dari kumpulan awan berwarna pink tua, semakin lama semakin tinggi dan sayangnya kamera tidak bisa menangkapnya dengan jelas. Inilah alasan mengapa sebaiknya kita naik gunung sendiri tidak virtual melalui sosmed. Karena pemandangan aslinya jauh lebih bagus daripada yang tertangkap kamera. Dan lagi rasa puas ketika kita sampai di puncak itulho yang sulit dilukiskan.
Pk 7.28 saya sudah tiba di Pos 3 lagi
pk 8.15 saya sampai di Pos 2. Perjalanan dari Pos 3 ke 2 ini sekitar 47 menit. Memang lama bagi orang normal turun gunung itu 1/2 kali waktu naik gunung tapi jalanannya menurun saya takut jadi pelan-pelan jalannya. Meski tidak banyak berhentinya seperti saat naik tapi jalannya pelan. Pos 2 ini pemandangan gunungnya terlihat jelas dan bagus
pk 9.07 saya tiba di Pos 1 lama perjalanan dari Pos 2 ke Pos 1 52 menit.
pk 9.19 saya tiba di Pos Pintu Langit lama perjalanan selama 12 menit
Pk. 9.41 saya tiba di Basecamp lama perjalanan 22 menit.
Saat sampai di Basecampe sampah-sampah kita tidak diperiksa kok. Hanya berikan struk pembayaran nanti di tukar dengan KTP asli kita yang ditahan. Di Gunung Prau ini saya tidak menemukan toilet jadi selama kurang lebih 9 jam.
Setelah kurang lebih pk 10 - 11 saya mandi, menata tas. Pk 11 saya check out dan titip tas. Lalu makan di rumah makan prasmanan di dekat titik 0. Nasi dengan telur dan sayur Rp. 18.000 tanpa minum karena masih ada aqua.
Setelah itu
Comments
Post a Comment