Happy Vesak Day 2025

 


Waisak kali ini saya ke Borobudur lagi mumpung dapat kesempatan. 

Saya berangkat tanggal 11 mei 2025 pk 3.30 pagi. Kita sampai magelang pk. 9.00 langsung ke candi mendut untuk pindapatta yaitu memberi para biksu makanan bisa cemilan, indomi, dll. Dimasukkan ke dalam mangkok biksu. Ada sekitar 25 biksu Bagi yang ingin berdana uang bisa dimasukkan di kotak yang disediakan panitia, bukan ke dalam mangkok biksu. Setelah itu kita menerima berkat berupa air percikan berkat dari Para Biksu dan doa. Dan Kita juga berkesempatan berfoto bersama para Biksu, diantaranya Bhante Kamsai.

Setelah itu kita ke Klenteng Magelang dulu. Lalu makan siang kupat tahu di alun-alun. Kupat lontongnya ada kuah kacang, ada ote-ote nya juga. Gurih-gurih. Kebetulan di alun-alun ada pertunjukan juga, festival budaya, beruntung kita. Di festival budaya ada yang jual kue dari telo isi gula merah enak lho ini. 

Setelah itu kita ke Balkondes kembanglimus di desa kembanglimus. Tempatnya strategis dekat dengan Borobudur dan Mendut, dekat juga dengan Gereja Ayam. 2 kamar untuk 2 malam Rp. 1520.000. Bila bayar di Hotel menggunakan rekening BNI. Bangunan hotelnya estetik. Kamarnya dari kayu, atapnya dari daun kelapa kering dan nggak bocor lho meski hujan deras. Hotel ini milik patrajasa di kelola oleh Komdes. Gojek kalau ke Candi Mendut sekitar Rp. 18.000

Pk 15.00 saya ke Candi Mendut untuk mendengar parita dan pemberkatan pada air suci yang diambil di Umbul Jumprit. Setelah pemberkatan pada air suci dari pemuka agama Buddha dari berbagai aliran diantaranya Theravada, Mahayana, dll, sebetulnya ada ritual keliling Candi Mendut (pradaksina), tapi berhubung hujan. Pradaksina digantikan dengan pemercikan air berkat dari para Pemuka agama Budha. Tapi setelahnya langit kembali cerah dan saya bisa pradaksina. Di Candi Mendut ini dalamnya ada Ruang berisi rumpang Buddha ternyata Saya pulang juga naik gojek.

SOrenya sebetulnya saya ingin ikut meditasi bersama di Candi Borobudur, tapi berhubung hujan deras dan tidak nututi waktunya jadi tidak jadi kesana. Kita Makan bakmi magelangan di Pak Prenjak lagi.

Setelah itu langsung tidur.

Keesokan harinya saya berkelana memasuki pedesaan di belakang hotel. Udaranya segar dan dingin enak. Setelah itu kita ke Gereja ayam (sebetulnya ini gereja merpati yang merupakan lambang perdamaian). Sekarang Gereja ayam ini sudah dibangun bagus. HTM nya Rp. 25.000/orang bisa ditukarkan dengan cemilan pohong. jika ingin naik shuttle pp Rp.15.000, kalau naik saja Rp. 10.000.




Di pelataran gereja ayam ini ada foto 360 lho. Di lantai 1 nya penuh dengan bilik doa dan dilarang mengambil foto ya. Di lantai 1 ini kita juga bisa menuliskan wish kita Di lantai 2 ada hall seperti tempat misa gitu, tapi sekarang sudah tidak digunakan untuk misa tapi ruang tunggu untuk ke puncak. Di ruangan ini kita juga bisa mengambil pembatas buku yang ada pesan cinta yang bisa kita ambil acak. Di lantai 3-6 kita bisa melihat gambar-gambar landmark terkenal. Di lantai 6 ini kita berada di mulut ayam dan di kejauhan kita bisa melihat Candi Borobudur. Di lantai 7 kita hanya diizinkan berada di lantai 7 ini selama 3 menit saja. Tempatnya luar biasa bagus. Seperti di film Ada Apa dengan Cinta. Kita bisa memandang hutan-hutan di bawah bagus sekali. Di tempat ini sudah dibangun pagarnya kok jadi jangan khawatir, tidak seperti saat film AADC yang tidak ada pagarnya. 

Setelah itu pk 13.00 saya sudah di candi mendut persiapan untuk kirab agung waisak 2025. Jalan akses ke Candi Mendut hanya bisa dilewati motor. Bila tawar-menawar motor bisa kena Rp.20.000 awalnya diminta Rp. 25.000) turunnya juga jauh dari Candi Mendut, tapi bila dengan aplikasi grab hanya Rp. 13.000. Bisa langsung di depan pintu masuk Candi Mendut. Awalnya saya dipaksa batalin grab by aplikasi tapi saya tidak mau. Dan beruntung saya bisa ikut di mobil hias kapal yang menaburkan bunga bersama dengan para bhante yang memercikkan air suci. 

Pk 15.00 kita sampai di Candi Borobudur. Di Candi Borobudur ini banyak tenda-tenda dari berbagai aliran agama Buddha di Indonesia. Semua makanan dan minuman yang di area ini gratis, bahkan ada ice cream gratis juga dari glico wing.

Pk 18.00 kita meditasi bersama di area lampion dan persiapan menerbangkan lampion. pk 19.00 kita menerbangkan lampion bersama-saama. 1 lampion diterbangkan oleh 5 orang. Pembayaran untuk lampion ini per orang Rp. 500.000. Bagus sekali penerbangan lampionnya ini.


Pk 21.00 saya menonton pertunjukan drone tapi saya salah posisi menontonnya, jadi hanya terlihat seperti garis-garis saja. Acara dilanjutkan oleh sambutan oleh Ketua Walubi Hartati Murdaya, Mentri Fadli zon, Mentri AHY, Mentri Nasrudin. lalu pembacaan parita dari berbagai aliran agama Buddha. Acara puncaknya pk 23.55 ditandai dengan pemukulan gong dan ada meditasi bersama hingga pk. 1.00 pagi. pk 1.00 kita pradaksina bersama mengelilingi candi borobudur selama 3x. Lalu pulang. Tempat parkirnya di dekat pasar seni sekitar 1km dari Borobudur. Sudah sampai hotel pk 2.00. Setelah itu tidur

Keesokan harinya kita ke salatiga untuk ke Klenteng Salatiga, dan beli oleh-oleh. Lalu kita menemukan Gudeg Aan enak ini gudeg koyor, ga manis, murah pula. Setelah itu kita ke Solo beli dawet mbok Dermi dan babi pikul di pasar gede. setelah itu pulang dah ke Surabaya

Sampai ketemu di perayaan Waisak Tahun depan semoga diberi kesempatan masuk ke zona 1 lagi. Karena tahun ini mau ke zona 1 benar-benar sulit

Comments

Popular posts from this blog

Happy New Year 2019

Penipuan : Cari Jodoh

Hongkong - Macau