Natal 2023 at Luwuk Banggai
Begitu sampai di Luwuk kita dijemput tim HVTrip (Trip Rp. 4.600.000 5D4N) dan diantar untuk makan di tepi pantai kilo 5. Pemandangannya bagus. Kita makan ikan kadompe di resto D Cuan.
Setelah kenyang kita menuju air terjun piala. Air terjun piala ini airnya jernih dan bertingkat bagus banget ini tempat. Jalan kaki menuju air terjunnya juga tidak sulit. Dekat dengan tempat parkir. Foto-fotonya bagus bener
Selesai foto di air terjun piala kita menuju pelabuhan untuk ke Salakan (Banggai Kepulauan) perjalanan dengan kapal kurang lebih 4jam (tapi saat saya kesana perjalanan hanya 3,5jam). Kapalnya berbeda dari kapal Ferry ke Bali. Kapal ini dilengkapi tempat tidur namun untuk umum dan tidak dibedakan pria/wanita. Bila ingin lebih safety bisa memesan kamar VIP (1 kamar 2 orang) yang menggunakan fan nambah 150.000 pp yang menggunakan AC nambah 250.000 pp. Saat akan naik dan turun kapal banyak buruh kapal yang menawarkan jasa membawakan barang-barang (1barang 10.000). Oh iya saat dikapal sebaiknya yang cewe menggunakan celana panjang dan baju yang tertutup. Saya berangkat dari Luwuk kurang lebih pk 17.00 WITA kapalnya terlambat seharusnya berangkat pk 16.00. Sampai Salakan pk 20.15. Oh iya kapal dari luwuk-salakan ini sehari cuma ada 1 kapal saja.
Setelah mendarat kita makan kadompe lagi di resto yang juga di tepi laut disini yang bumbu asam nya lebih enak. lebih kerasa bumbunya
Setelah itu kita istrirahat di Hotel Sidapore.
Hari ke-2 perjalanan dimulai pk 7.30 (sudah kesiangan sepertinya). Kita sarapan di hotel. Perjalanan darat menuju Paisupok (Paisu = air Pok = hitam. jaman dulu Paisupok ini adalah tempat yang tertutup dan nilai mistisnya sangat kental. hingga suatu saat ada yang membranikan diri memasuki area ini dan tau ternyata ada air yang jernih). Sepanjang perjalanan menuju paisupok banyak yang menjemur cengkeh. Penduduk di sekitar paisupok ini rata-rata nasrani jadi untuk yang muslim bakalan sulit menemukan mushola.
Paisupok ini airnya bener-bener jernih biru dengan bagian dasarnya dipenuhi rumput dan batang pohon. Foto underwater disini bagus. Selain itu ya di landnya banyak pohon kelapa yang exotic. Bila tidak ingin basah-basahan kalian bisa main perahu dan stand up paddle. belajar mendayung. serasa danau milik sendiri. Air di paisupok ini tawar dan dingin. mirip di labuan cermin (biduk-biduk derawan). Aku bisa mendayung SUP dengan berdiri yeah meskipun lututku gemetar dan saat nggak fokus dan asik berpose tiba-tiba byuuurr saya kecebur.
Setelah puas main air di paisupok kita menyebrang jalan untuk naik perahu. Di dermaga perahu ini banyak sekali ubur-ubur tidurnya yang terdapat di dasar danau. Air danaunya memiliki 2 rasa yaitu permukaannya payau bagian dasarnya asin. jadi dari atas perahu terlihat seperti ada minyaknya seperti air sirup yang belum diaduk gitu. makin ketengah makin asin airnya.
Kita ke Luk Patenggang. Untuk foto di spot yang bagus bisa dengan SUP (Stand Up Paddle). Bagus banget airnya warna tosca.
Setelah itu snorkeling di Luk Panenteng. Di bagian pantainya juga ditumbuhi terumbu karang. namun hati-hati begitu agak ketengah langsung terjal karangnya dan langsung dalam tapi makin ke dalam makin banyak ikan dan makin bagus. Oh iya ikan-ikan disini tidak terbiasa diberi makan jadi meski diberi nasi atau roti mereka akan makin menjauh. Disini juga tidak ada bulu babi. itu bukti bahwa laut disini masih belum tercemar bahan kimia. Bulu babi itu tumbuh di laut yang penuh bahan kimia (sabun, shampoo, dll) di bagian yang dalamnya bisa menemukan ikan laba-laba (baca blogku yang Derawan).
Setelah itu kita menuju Paisu Batango. Paisu Batango ini airnya payau dan banyak orang mencuci baju di tepinya. Bagus sich. Di bagian depannya Paisu Batango arusnya deras karena ada pertemuan antara air payau dan air asin jadi hati-hati bila mendayung SUP di area ini. Saya nggak berani mendayung sambil berdiri di sini karena arusnya benar-benar deras dan bila tidak seimbang bisa kebawa arus atau jatuh
Sebenarnya saya tiba di pantai Poganda untuk menikmati sunset namun sudah kemalaman sehingga tidak bisa melihat sunset dan banyak nyamuk. Akhirnya kita hanya sebentar disini dan makan di tanah merah makan seafood. Saya mencicipi lobster, kepiting, sate ayam dan masih banyak lagi. Ikut open tripnya HV Trip makanannya berlimpah sekali. Oh iya disini suasana makannya juga enak banyak pohon jambu mentenya. Baru kali ini aku makan jambu mente enak berair dan lebih juicy daripada jambu puth manis lagi.
Setelah itu kita istirahat di Sidapore
Keesokan harinya kita ke kabupaten Banggai Laut kita jalan pertama ke Batu Gundul. Arus laut di Batu gundul ini sangat deras dan penuh karang. Speedboat tidak bisa mendekat ke pulau ini karena banyak karang yang bisa merusak mesin speedboat jadi untuk menuju pulau ini harus menggunakan SUP. Di pulau Batu Gundul ini terdapat lubang yang sangat besar di batunya. Batunyapun tinggi dan ditumbuhi tanaman. Foto di atas karang yang di pantai ini bagus banget dengan air laut yang deras di bawahnya dan air laut yang berwarna tosca. Tapi hati-hati karangnya tajam dan arusnya benar-benar deras. Di tempat ini tidak berpasir namun berbatu. Bila air laut sedang naik tempat ini tidak dapat dikunjungi
Setelah itu perjalanan menuju pantai Oyama. Pantai Oyama ini pasirnya putih halus dan warnanya biru tosca bagus sekali serasa privat beach.
Setelah itu kita menuju Bontolan Snorkeling. DIsini tidak terlalu dalam namun karangnya juga tidak terlalu bagus banyak bulu babinya. Jarang yang snorkeling disini. Akhirnya saya hanya bilas karena badan penuh pasir lalu menikmati pisang bakar yang diberi sambal. enak juga lho pisang bakar dimakan dengan sambal.
Oh ya khasnya Banggai ini sambal ikan roa nya. rasanya seperti sambal terasi. ada irisan ikan terinya juga kadang.
Setelah itu balik ke Banggai Kepulauan makan ikan kadompe lagi di tempat makan yang pertama dan istirahat di Sidapore.
Hari terakhir di Banggai kepulauan kita menuju pantai Mandel. Pantai ini berada di pinggir jalan dan mirip dengan pantai oyama (duh tiap sebut pantai oyama jadi inget conan/Gosho Aoyama). Serasa pantai milik sendiri.
Setelah itu sebelum pk 15.00 kita sudah harus ke pelabuhan untuk menyebrang balik ke Luwuk dan kapal hanya ada 1x sehari.
Saat di Luwuk kita diantar ke Pusat oleh-oleh Luwuk. Oleh-oleh yang terkenal di Luwuk ini sambal ikan Roa dan kopinya. Saya belanja habis sekitar Rp. 275.000. Setelah itu kita makan seafood di Seafood Luwuk. Ada minuman yang lumayan unik disini yaitu minuman rasa plum ada buah plumnya juga. Setelah itu check in di Hotel Santika. Pemandangan lampu-lampu dari Hotel Santika ini bagus
Saat paginya membuka jendela kamar benar-benar kaget saya disuguhi pemandangan laut yang biru - hijau tosca dan pepohonan rindang dari pantai kilo 5.
Hari ini acara bebas saya menuju kilo 5 untuk foto sebentar karena pk 11.00 sudah harus di bandara untuk terbang ke makassar pk 12.15
Di Makasar aku ke Pantai Losari bersama Wija. D traktir makan Coto Makasar. Coto Makasar ini nggak seperti soto daging di Surabaya. Warnanya gelap dan ada rasa kacangnya
Sampai di Makasar saya bertemu teman ditraktir makan di Coto Makasar di Nusantara. Coto Makasar ini daging dimasak nggak tau bumbu jelasnya apa yang jelas ada kacangnya rasa yang unik. baru kali ini saya makan coto makasar. Lalu saya diajak foto di central point makasar mirip di marina bay.
Pengeluaran pribadiku
Pesawat Sub-Luwuk Rp. 4286.200
OpenTrip HVTrip Rp 4.600.000
Oleh-Oleh Rp 275.000
Total 9.161.200




Comments
Post a Comment