TulungAgung 2016
Idul Fitri kali ini saya jalan ke daerah Tulungagung tanggal 6 Juli - 9 Juli 2016. Tempat pertama yang akan kita kunjungi adalah Kampung Coklat, namun sayangnya tutup. Akhirnya kita langsung ke Losmen Palapa Tulung Agung untuk makan malam kita makan di Lontong Tahu mbah Ganong.
Hari ke-2 kita sarapan pecel setelah itu menuju Pantai Pelang di Trenggalek HTM 8.000 (weekend and holiday) 7.500 (weekday). Dalam perjalanan kita melihat di kanan kiri tiap pintu masuk rumah selalu ada pohon pisang tanpa daun tertancap di tanah dengan pisang setandan. Iseng papa ambil 2 buah pisang eh sama pemilik rumah malah dikasih secengkeh. Pantai pelang ini di tengah pantai terdapat karang di bagian pinggirnya juga dikelilingi tebing-tebing karang yang sebagian membentuk gua. Selain wisata pantai kita juga bisa menikmati air terjun grobogan sewu. Tapi awas jangan menginjak tanah liat disekitar air terjun karena licin saya sampai kepleset berkali-kali disana dan terjatuh 1x. Injak aja batu hijau di sekitar air terjun lebih tidak licin. Airnya jernih dingin enak untuk mandi setelah jatuh hehehe....
Berikut foto-foto di pantai Pelang:
Hari ke-3 kita rencananya ingin menuju Kedung Tumpang tapi sayang setelah sampai parkiran masih harus jalan 3 km ke pantai atau harus ngojek Rp. 15.000 per orang jadi tidak jadi masuk lalu kita menuju kampung coklat di Kademangan - Blitar HTM Rp. 5.000/orang saya beli untuk 5 orang.
Saya membeli:
- Dark Chocolate 100 % 2 buah: @Rp. 19.000
- Chocolate Crispy 3 buah : @Rp. 10.000
- Chocolate Original 3 buah : @Rp. 10.000
- Coklat bubuk 500 g 3 buah : @Rp. 40.000
- Dark Chocolate 100% cup 1 buah : Rp. 25.000
- Kain untuk belajar batik : Rp. 25.000
- Mie Coklat : Rp. 8.000
Selain menguliner dan belanja coklat saya juga belajar buat batik. Mulai nggambar, membuat pola dengan canting sampai mewarnai batik kita sendiri. Bila kita membuatnya di kertas gratis tapi bila di kain sapu tangan beli kainnya Rp. 25.000. Pola dengan canting itu harus rata dan harus tembus sampai belakang karena bila kurang tebal (tembus sampai belakang) warnayanya akan nyampur. Setelah sampai rumah kain itu harus di rebus dengan kanji yang dilarutkan air (kanji encer) lalu di tambah air panas dan kain dimasukkan untuk menghilangkan pola yang kita buat dengan canting. Setelah direbus pola tersebut akan menjadi kain putih tanpa warna. Pencucian pertama jangan pakai detergent tapi dengan shampoo penghitam rambut atau dengan klerak agar warnanya tidak hilang.








Comments
Post a Comment